7.7.18

Manfaat Pengecap Buaya

Kali ini saya kembali menampilkan artikel manfaat Manfaat Lidah Buaya
Kali ini saya kembali menampilkan artikel manfaat-manfaat flora yang banyak tumbuh disekitar kita. Tanaman kali ini yaitu Lidah buaya. Ya, siapa sih orang Indonesia yang tak pernah melihat tumbuhan unik yang satu ini. Orang jawa menyebutnya ilat baya, di Tanah Sunda ia dikenal dengan nama letah buaya, serta orang melayu menyebutnya dengan nama pengecap buaya. Jika kita mencoba memakannya langsung, maka pengecap kita akan mencicipi pahit yang berpengaruh namun ada sensasi hirau taacuh disana.

Biasanya, tumbuhan ini juga ditanam dipekarangan rumah sebagai tumbuhan hias. Wajar saja, selain alasannya yaitu bentuknya yang unik, cara pemeliharaannya pun sangat mudah. Cukup disiram air secukupnya, dijaga kelembapan tanahnya dan dipupuk dengan pupuk organik.

Efek farmakologis pengecap buaya diantaranya yaitu pencahar, memperbaiki pangkreas, anti-inflamasi, dan parasiticide. Lidah buaya juga berguna untuk mengobati sembelit, pusing, sakit kepala, batuk rejan, kurang gizi, kejang pada anak, kencing manis, wasir, muntah darah, menyuburkan rambut dan meluruhkan haid. Akar, daun dan bunga Lidah buaya ini sanggup mengobati penyakit-penyakit berikut. (Wanita hamil atau sedang haid , penderita gangguan system pencernaan dan diare, serta penderita gangguan ginjal tidak boleh minum ramuan ini).
1. Sembelit

Cuci higienis setengah lembar lidah buaya, buang durinya, kemudian bab dagingnya dicincang. Tambahkan setengah gelas air panas dan satu sendok makan madu, aduk kemudian saring. Makan adonan tersebut dua kali sehari dengan takaran yang sama ketika masih hangat.

2. Luka dalam dan luka lebam

Rebus 10-15 g bunga pengecap buaya kering dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas. Saring air rebusannya, kemudian minum tiga kali sehari masing-masing 1 ½ gelas.

3. Batuk Rejan

Rebus 15-18 cm daun pengecap buaya yang telah dibuang kulit dan durinya dan gula, kemudian minum air rebusannya.

4. Luka bakar

Cuci higienis daun pengecap buaya, buang pangkal daunnya. Lalu buka kulit daunnya. Oleskan bab daun yang berlendir pada luka hingga lendirnya menutupi seluruh bab luka. Ulangi pengolesan setiap lendir terlihat mongering atau ½ jam sekali. Lakukan pengobatan kontinyu hingga peradangan alasannya yaitu panas pada kulit menghilang. Pengobatan dengan lender pengecap buaya ini lebih efektif daripada obat buatan.

5. Kencing Manis

Cuci higienis 1 lembar lidah buaya dan buang durinya. Iris-iris bab daging daun, kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas. Minum air rebusan tiga kali masing-masing ½ gelas.

6. Wasir

Cuci higienis ½ lembar pengecap buaya yang sudah dibuang durinya, kemudian parut. Tambahkan ½ gelas air matang dan 2 sendok makan madu, aduk, saring airnya, kemudian minum 3 kali sehari

Mudah-mudahan artikel ini sanggup membantu Anda. Selamat Mencoba

sumber : sehelaidaun.co.cc

0 komentar