4.12.08

CEREMAI

CEREMAI

(Phyllanthus acidus (L.) Skeels.)

Suku: Euphorbiaceae

Nama

a. Sinonim

P. distichus Muell. Arg., P. cicca Muell. Arg., Cicca disticha Linn., C. nodiflora Lamk., C. acida (L.) Merr., Averrhoa acida L.

b. Nama daerah

Sumatera: ceremoi (Aceh), cerme (Gayo), ceramai (Melayu), camin-camin (Minangkabau). Jawa: careme, crème (Sunda), crème (Jawa). Nusa Tenggara: Carmen, cermen (Bali), careme (Madura), sarume (Bima). Sulewesi: lumpias aoyok, tili (Gorontalo), lombituko bolaano (Buol), caramele (Makasar, Bugis), carameng. Maluku: ceremin (Ternate), selemele, selumelek (Roti), salmele, cermele (Timor)

c. Nama asing

Cheramelier (P), country goosberry (I)

P = Perancis, I = Inggris

d. Nama simplisia

Phyllanthi acidi Folium (daun ceremai)

Uraian Tumbuhan

Pohon ini berasal daari India, dapat tumbuh pada tanah ringansampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak ditanam orang di halaman, di lading dan tempat lain sampai ketinggian 1.000 dpl.

Pohon kecil, tinggi sampai 10 m, kadang lebih. Percabangan banyak, kulit kayunya tebal. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti daun majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, tidak berambut, panjang 2 – 7 cm, lebar 1,5 – 4 cm, warna hijau muda. Tangkai bila gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjangnya 1,5 – 12 cm, keluar di sepanjang batang, kelopak bentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalam satu tandan. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih, berlekuk 6 – 8, panjang 1,25 – 1,5 cm, lebar 1,75 – 2,5 cm, warnanya kuning muda, berbiji 4 – 6, rasanya asam. Biji bulat pipih berwarna cokelat muda.

Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa dimasak bersama sayuran untuk menyedapakan masakan karena memberi rasa asam. Buah masak dapat dimakan langsung setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

Sifat dan Khasiat

Daun ceremai berbau khas aromatik, tidak berasa, dan berkhasiat sebagai peluruh dahak dan pencahar (purgatif). Kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar.

Kandungan Kimia

Daun, kulit batang, dan kayu ceremai mengandung sponin, flavonoida, tannin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.

Bagian yang Digunakan

Daun, kulit, dan biji.

Indikasi

- Daun berkhasiat untuk:

- Batuk berdahak,

- Menguruskan badan,

- Mual,

- Kanker, dan

- Sariawan.

Kulit akar berkhasiat untuk mengatasi:Asma dan Sakit kulit

.

Biji berkhasiat untuk mengatasi: Sembelit dan mual akibat perut kotor.

Cara Pemakaian

Sembelit

Siapkan biji ceremai sebanyak ¾ sendok teh, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai merata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 g, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan ½ gelas air panas, lalu didinginkan. Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.

Asma

Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara (Dolichos laolab) ¼ genggam, buah lengkeng (Nephelium longanum; Euphoria longana) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing ¾ gelas.

Kanker

Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak ¼ genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas ½ jari, gadung cina ½ jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tertinggal kira-kira ¾ bagian. Setelah dingin disaring, siap ntuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup ¾ gelas.

Melangsingkan badan

Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalam angka waktu lama.

Catatan

Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan


Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia

25.11.08

CAKAR AYAM

Suku: Selaginellaceae

Nama

a. Sinonim: -

b. Nama daerah

Rumput solo, cemara kipas gunung

c. Nama asing

Shi shang be (Cina)

d. Nama simplisia

Sillaginellae doederleinii Herba (herba cakar ayam).

Uraian Tumbuhan

Tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh di tebing, tepi jurang dan tempat-tempat teduh lainnya yang berhawa dingin. Tumbuh tegak, tinggi 15 – 35 cm, akar keluar pada percabangan, batang ada yang berbaring dan ada yang berdiri tegak, bercabang menggarpu. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 – 5 mm, lebar 2 mm, bentuknya jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna permukaan atas hijau tua, permukan bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri kanan batang induk sampai pada percabangannya sehingga menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.

Sifat dan Khasiat

Cakar ayam rasanya manis, hangat, masuk meridian paru, hati, dan lambung. Berkhasiat untuk menghilangkan panas dan lembab, melancarkan aliran darah, antitoksik, antineoplasma, penghenti pendarahan (hemostatis), dan menghilangkan bengkak.

Kandungan Kimia

Tumbuhan cakar ayam ini mengandung alkaloid, phytosterol, dan saponin.

Bagian yang digunakan

Seluruh tanaman (herba) yang telah dikeringkan dapat digunakan.

Indikasi

o Cakar ayam berkhasiat mengatasi:

§ Batuk, sakit tenggorokan

§ Infeksi saluran napas (bronkitis), radang paru (pneumonia), radang akut amandel (tonsillitis akut).

§ Hepatitis akut dan kronis, radang kandung empedu (kolesistitis), pengerasan hati (sirosis), perut busung (asites)

§ Radang konjungtiva mata (konjungtivitas)

§ Infeksi akut saluran kencing

§ Diare, disentri

§ Keputihan

§ Tulang patah (fraktur)

§ Perdarahan seperti mimisan, batuk darah, muntah darah, berak darah

§ Kanker: korioepitelioma, koriokarsinoma, kanker nasofaring, kanker paru, dan kanker saluran cerna.

Cara Pemakaian

Herba kering sebanyak 15 –30 g, untuk kanker 50 – 100 g. Bahan tersebut direbus dalam 5 gelas air dengan api kecil selama 3 – 4 jam. Setelah dingin, air rebusannya diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis, lalu ditempelkan ke tempat yang sakit. Digunakan untuk pengobatan rematik, koreng, tulang patah, dan luka bedarah.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Pemakaian tumbuhan ini akan menghambat sarkoma180 dan kanker serviks14 pada tikus dan sel L16 yang diisolasi dari kanker hati manusia; merangsang fungsi adrenokortikal tikus; juga merangsang metabolisme dan fungsi retikuloendotelial.

Contoh Pemakaian

§ Kanker, sirosis

Herba cakar ayam kering 60 g, daging sapi tanpa lemak 30 – 60 g atau beberapa buah kurma, direbus dengan 5 gelas air bersih selama 4 jam. Setelah dingin disaring, lalu minum beberapa kali hingga habis dalam sehari.

§ Pneumonia, tonsillitis akut, konjungtivitas

Herba cakar ayam 30 g, daging sapi tanpa lemak 30 g, direbus dengan 4 gelas air dengan api kecil selama 3 jam. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan sore hari.

§ Tulang patah

Herba cakar ayam kering sebanyak 15 – 30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba cakar ayam segar setelah dicuci bersih lalu dipipis. Tempelkan ke bagian tubuh yang patah lalu dibalut. Ganti 3 kali sehari.

§ Rematik

Herba cakar ayam segar dipipis sampai halus. Tempelkan ke bagian yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 – 3 kali sehari.

Catatan

- Tanaman obat ini sudah dibuat infuse, tablet, dan obat suntik, dijual dengan nama Decancerlin.

CABE JAWA

Suku: Piperaceae

Nama

a. Sinonim

P. longum Bl., P. officinarum (Miq.) DC., Chavica officinarum Miq., C. maritima Miq.

b. Nama daerah

Sumatera: lada panjang, cabai jawa, c. panjang (Melayu). Jawa: cabean, cabe alas, c. areuy, c. jawa, c. sula (Jawa), cabhi jhamo, c. ongghu, c. solah (Madura). Sulawesi: cabia (Makasar).

c. Nama asing

Bi ba (C), krishna, pipar, pippli (IP), long pepper (I).

C = Cina, IP = India dan Pakistan, I = Inggris

d. Nama simplisia

Piperis longi Fructus = Retrofracti Fructus (buah cabe jawa)

Uraian Tumbuhan

Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya tidak lembab dan berpasir seperti di dekat pantai atau dihutan sampai ketinggian 600 m dpl.

Tumbuhan menahun, batang percabangan liat, tumbuh memanjat, melilit, atau melata dengan akar lekatnya, panjangnya dapat mencapai 10 m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5 – 30 cm, lebar 3 – 13 cm, hijau. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari bulir betina. Buah mejemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjolan teratur, panjang 2 –7 cm, garis tengah 4 – 8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak dan manis. Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

Sifat dan Khasiat

Buah rasanya pedas dan panas, masuk meridian limpa dan lambung. Cabe jawa berkhaiat untuk mengusir dingin, menghilangkan nyeri (analgesik), peluruh keringat (diaforetik), peluruh kentut (karminatif), stimulan, dan afrodisiak.

Akar cabe jawa pedas dan hangat rasanya, berkhasiat sebagai tonik, diuretik, stomakik, dan peluruh haid (emenagog).

Kandungan Kimia

Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmitic acids, tetrahydropiperic acids, 1-undecylenyl-3, 4-methylenedioxy benzene, piperidin, minyak asiri, N-isobutyldeka-trans-2-trans-4-dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan sususan saraf pusat.

Bagian akar mengandung piperine, piplartine, dan piperlonguminine.

Bagian yang Digunakan

Buah yang sudah tua tetapi belum masak, akar, dan daun, dikeringkan.

Indikasi

o Buah cabe jawa dapat digunakan untuk mengatasi:

§ Kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas,

§ Disentri, diare

§ Sukar buang air besar pada penderita penyakit hati,

§ Sakit kepala, sakit gigi,

§ Batuk, demam,

§ Hidung berlendir,

§ Lemah syahwat,

§ Sukar melahirkan,

§ Neurasthenia, dan

§ Tekanan darah rendah.

o Bagian akar dapat digunakan untuk:

§ Kembung, pencernaan terganggu,

§ Tidak dapat hamil karena rahim dingin,

§ Membersihkan rahim setelah melahirkan,

§ Badan terasa lemah,

§ Stroke,

§ Rematik gout dan nyeri pinggang.

o Daun dapat digunakan untuk mengatasi:

§ Kejang perut dan

§ Sakit gigi

Cara pemakaian

Buah sebanyak 2,5 – 5 g dijadikan pil atau direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, buah dijemur kering lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk ini dihirupakan melalui hidung atau dimasukkan ke gigi yang berlubang (karies dentis). Juga digunakan untuk rematik dan parem setelah melahirkan.

Akar sebanyak 2,5 g direbus, atau dijadikan pil, bubuk. Pemakaian luar untuk obat luka dan sakit gigi. Daun untuk obat kumur pada radang mulut.

Contoh pemakaian

· Neurastenia

Cabe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang ¾ jari, daun sambiloto segar 1 genggam, gula enau 3 jari, dicuci dan dipotong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas.

· Masuk angin

Cabe jawa 3 butir, daun poko (Mentha arvensis L.) dan daun kesumba keeling (Bixa orellana L.), masing-masing ¾ genggam, gula enau 3jari. Bahan-bahan tersebut dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu minum 3 kali sehari @ ¾ gelas.

· Membersihkan rahim setelah melahirkan, obat kuat

Akar kering cabe jawa sebanyak 3 g digiling halus. Seduh dengan air panas, hangat-hangat diminum sekaligus.

· Pencernaan terganggu, batuk, ayan, demam sehabis melahirkan, menguatkan lambung, paru dan jantung.

Buah cabe jawa kering sebanyak 5 g ditumbuk halus. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk merata, lalu diminum sekaligus.

· Sakit gigi

1. Daun cabe jawa yang segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan ½ gelas air panas. Selagi hangat disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.

2. Akar lekat dikunyah beberapa saat, lalu dibuang.

· Urus-urus untuk penderita penyakit hati

Cabe jawa 3 butir dan rimpang lempuyang seukuran ibu jari ditumbuk. Tambahkan 1 sendok makan air matang sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. Airnya diminum sekaligus.

PERHATIAN: Penderita panas dalam dan perempuan hamil dilarang minum ramuan tumbuhan ini.

BELUNTAS

Suku: Asteraceae (Compositae)

Nama

a. Sinonim

Baccharis indica L.

b. Nama daerah

Sumatera: beluntas (Melayu). Jawa: baluntas,

c. Nama asing

Luan yi (C), cuc tan, phat pha (V), marsh fleabane (I)

d. Nama simplisia

Plucheae Folium (daun beluntas), Plucheae Radix (akar beluntas).

Uraian Tumbuhan

Beluntas umumnya tumbuh liar d daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, atau ditanam sebagai tanaman pagar. Tumuhan ini memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikit naungan, banyak ditemukan di daerah pantai dekat laut sampai ketinggian 1.000 m dpl.

Perdu kecil, tumbuh tegak, tinggi mencapai 2 m, kadang-kadang lebih. Percabangan banyak, berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai pendek, letak berseling, helaian daun bulat telur sungsang, ujung bulat melancip, tepu bergerigi, berkelenjar, panjang 2,5 – 9 cm, lebar 1 – 5,5 cm, warnanya hijau terang, bila diremas harum. Bunga majemuk bentuk malai rata, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, cabang-cabang perbungaan banyak sekali, bunga bentuk bonggol bergagang atau duduk, warnanya putih kekuningan sampai ungu. Buah longkah agak berbentuk gasing, kecil, keras, cokelat dengan sudut-sudut putih, lokos. Biji kecil, cokelat keputih-putihan. Perbanyakan dengan setek batang yang cukup tua.

Sifat dab Khasiat

Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir. Berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan (stomakik), membantu pencernaan, peluruh keringat (diaforetik), pereda demam (antipiretik), dan penyegar. Akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk (demulcent).

Kandungan Kimia

Daun beluntas mengandung alkaloid, flavonoida, tanin, minyak asiri, asam chlorogenik, natrium, kalium, aluminium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akarnya mengandung flavonoida dan tannin.

Bagian yang Digunakan

Daun dan akar. Penggunaan segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi

Ø Beluntas ini dapat digunakan untuk:

· Menghilangkan bau badan, abu mulut,

· Kurang nafsu makan,

· Gangguan pencernaan pada anak.

· TBC kelenjar (skrofuloderma),

· Nyeri pada rematik, nyeri tulang (osteodinia),sakit pinggang (lumbago),

· Demam,

· Datang haid tidak teratur, dan

· Keputihan

Cara Pemakaian

Daun atau akar sebanyak 10 – 15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun dilumatkan lalu dibalurkan untuk pegal linu, luka, scabies, kudis, dan borok.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

1. Uji fertilitas daun beluntas baik berupa perasan, infuse, maserat, dan ekstrak dengan alat soxhlet pada mencit betina yang diberikan secara oral, mempunyai pengaruh antifertilitas pada mencit betina (Willys, Jurusan Farmasi FMIPA, UNHAS, 1990).

2. Kadar minyak asiri daun beluntas 5% v/v dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan kadar 20% v/v dapat menghambat pertumbuhan Escherechia coli (Atik Erawati, Fak. Farmasi UGM, 1992).

Contoh Pemakaian

o Menghilangkan bau badan, bau mulut, kurang nafsu makan

Daun segar secukupnya dimakan sebgai lalap mentah atau dikukus dan dimakan bersama makan nasi.

o Menghilangkan bau badan

Daun beluntas sebanyak 15 g, buah pinang 5 g dan garam dapur seujung sendok teh. Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusannya diminum, sehari 2 kali masing-masing ½ gelas.

o TBC kelenjar

Daun berikut tangkai beluntas segar, ekstrak gelatin dari kulit sapi daun rumput laut hai-tai (Laminaria japonica Aresch) masing-masing 10 g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu ditim sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.

o Nyeri pada rematik, sakit pinggang

Akar beluntas sebanyak 15 g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air, rebus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum pagi dan sore hari, masing-masing ½ gelas.

o Demam, mengeluarkan keringat

1. Daun beluntas segar sebanyak 15 g dicuci lalu direbus atau diseduh dengan air panas, lalu minum seperti teh.

2. Daun beluntas segar kira-kira 100 g dicuci lalu dikukus sampai matang. Dimakan bersama makan nasi, dua kali sama banyak, pagi dan sore.

Catatan

Rumput laut hai-tai dapat dibeli di pasar swalayan atau di toko obat Tionghoa.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia

21.11.08

BROTOWALI

BROTOWALI

(Tinospora crispa Miers. Hool. f. & Thems)

Nama latin : Tinospora crispa / T. Tuberculata / T. rumphii / Cocculus crispum /

Menispermum crispum / M. tuberculatum / M. verrucosum

Indonesia : Andawali / Putrawali / Daun gadel

Nama lokal : Baru cina (Indonesia, Sumatera), Daun manis, brobos krebo; Beunghar kucicing, jukut lokot mala,
suket gajahan (jawa); Kolo, goro-goro cina (Maluku), Daun Sudamala, cam cao; Ai ye (
China).;

Familia : Menispermaceae

Tanaman brotowali memiliki rasa yang sangat pahit sekali. Rasa pahitnya menekak, seakan tidak mau hilang dari lidah. Sudah sangat lama brotowali digunakan sebagai tanaman obat secara turun-temurun. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara (Indo Cina), penyebarannya ke Filipina, Semenanjung Melayu, dan Indonesia khususnya Jawa, Sumatra, Bali dan Ambon.

Brotowali termasuk tumbuhan merambat, setengah berkayu dengan batang berwarna hijau penuh benjolan dan banyak mengandung air. Daunnya berbentuk jantung dengan lebar 6 hingga 12 cm, warna daun hijau muda sampai hijau tua. Memiliki bunga berwarna hijau dengan 6 mahkota yang akan menjadi bakal tunas. Bunga makin lama akan berubah menjadi merah dan putih, dan akhirnya menghasilkan buah berwarna merah muda.

Kandungan dan manfaat:

Kulit-batangnya mengandung zat-zat seperti alkaloida dan damar lunak berwarna kuning sedang akarnya mengandung zat berberin dan kolumbin. Kandungan alkaloid berberina berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Brotowali juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula. Zat pahit pikroretin dapat merangsang kerja urat saraf sehingga alat pernapasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas.

Sifat kimia dan efek farmakologis Rasa pahit, pedas, hangat. Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa.

Kegunaan
Umumnya diminum sebagai tonikum seperti kinine. Di Indo Cina semua bagian tumbuh-tumbuhan dipakai sebagai obat demam sebagai pengganti kinine. Di Filipina Brotowali dianggap sebagai obat serba bisa antara lain dipakai untuk mengobati penyakit gila. Di Bali batangnya dipakai sebagai obat sakit perut, demam dan sakit kuning, bahkan sebagai obat gosok untuk mengobati sakit punggung dan pinggang. Di Jawa air rebusannya digunakan dalam hal demam jujuh, dan sebagai obat luar untuk luka dan gatal-gatal. Pada awal abad ke-20, kulit yang ditumbuk dipakai untuk mengobati sakit gula. Tumbuhan ini juga digunakan sebagai pengatur haid dan obat kencing. Batangnya (sesudah direbus airnya) biasanya digunakan untuk obat sakit perut, demam, sakit pinggang, obat mencret dan obat cacing. Bila dicampur dengan minyak dan belerang maka bisa digunakan sebagai obat luar untuk kudis. Air rebusannya untuk obat borok sifilis. (Pada umumnya daunnya dipakai sebagai obat borok). Batangnya dijual di pasar-pasar dan dikenal dengan nama "batang Brotowali". Zat pahit dari Brotowali adalah pikroretin; akarnya rnengandung berberin dan kolombin. Pada beberapa penyelidikan dengan kelinci, obat ini ternyata sedikit khasiatnya melawan demam. Obat yang baru, jika ditelan akan menambah rekresi lendir dan ternyata air rebusan memberi ketenangan pada tikus, dengan demikian pemakaiannya bermanfaat dalam menangani penyakit kesadaran (psychosis) dan mungkin pula sakit gila.


Efek samping

30% pasien yang memakai rebusan daun A. argyi mempunyai keluhan mulut kering, rasa tidak enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah, mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

KUNYIT

Kunyit (Curcuma domestica)

Kunyit (Curcuma domestica.) adalah tanaman obat-obatan yang berumur tahunan. Kunyit merupakan tanaman asli India yang sudah menyebar ke berbagai negara terutama negara-negara tropis. Kunyit tumbuh pada ketinggian 0-2000 m dari permukaan laut. Tanah yang porus atau banyak berpasir, subur dengan kandungan bahan organik yang tinggi sangat baik bagi pertumbuhannya.

Panen kunyit dilakukan pada saat tanaman berumur 1 tahun. Panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau pada saat seluruh daun kering Pada kondisi tanah yang subur dan pemeliharaan yang benar dari 500 kg bibit kunyit akan menghasilkan kunyit segar sebanyak 7,5-25 ton.

Manfaat kunyit

- Bumbu dapur.

- Mengobati haid yang tidak teratur

- Mengobati disentri

- Menyembuhkan bengkak karena gigitan serangga atau ulat bulu

- Mengobati borok

- Mengatasi amandel

- Mengobati hepatitis

Serba Kunyit Si Antikanker

Kunyit merupakan golongan keluarga jahe yang banyak dimanfaatkan untuk membuat masakan seperti nasi kuning maupun kari. Kunyit banyak digunakan terutama di negara Asia. Sebagai pewarna alami, ia lebih aman dan sehat.

Saat ini industri makanan lebih banyak menggunakan pewarna kuning sintesis ketimbang alami. Padahal, sesungguhnya justru banyak manfaat yang bisa diperoleh dari pewarna kuning alami. Salah satu contohnya adalah kunyit.

Kunyit yang bisa dijumpai dalam bentuk bubuk maupun segar ternyata dapat membantu pencernaan makanan. Penelitian yang dilakukan terhadap binatang menunjukkan bahwa kunyit yang mengandung phytokimia curmin (sejenis asam hydroxy cinnamic) dapat merangsang pencernaan. Selain itu juga dapat mendorong enzim pencernaan untuk mencegah karbohidrat dan lemak.

Tidak hanya itu, kunyit yang bernama Latin Curcuma longa Linn ini juga mempunyai efek antikanker dan antiradang. Ahli kanker dari Inggris telah melakukan penelitian terhadap kapsul kunyit pada penderita kanker kolon. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa penderita kanker kolon di Asia jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan negara lain. Rupanya karena kerapnya pemakaian kunyit pada masakan.

Keunggulan lain yang didapat dari kunyit adalah kemampuannya sebagai antiradang dan penggumpal darah. Ini karena pengaruh dari pembentukan ecosanoids, sejenis zat kimia yang dapat mengatur penggumpalan darah, tekanan darah dan kekebalan tubuh.

Itu sebabnya, ramuan jamu tradisional yang banyak menggunakan kunyit sangat baik untuk menjaga kesehatan. Kalau Anda masih mengonsumsi jamu yang terbuat dari kunyit, ada baiknya tetap dipertahankan. Tentunya selain memasukkan kunyit dalam masakan sehari-hari.

Kunyit (Curcuma domestica) Zat dalam rimpang kunyit berkhasiat untuk menghambat atau membunuh mikroba. Kurkumin yang memberi warna kuning pada rimpang dikenal bersifat antibakteria dan anti-inflamasi. Kurkumin berkhasiat mengatasi masalah peradangan jaringan, merangsang sel hati sehingga mencegah gangguan hati dan menyembuhkan penyakit kuning. Karena itu kunyit sering ditambahkan dalam makanan sebagai pengawet, pembunuh bakteri pembusukan, dan penghilang bau amis pada ikan. Peneliti dari Universitas Gadjah Mada membuktikan kunyit mampu menyembuhkan gangguan maag tanpa efek samping. Uap rebusan kunyit dapat menyembuhkan radang selaput hidung atau flu. Jepang malah telah mematenkan kunyit karena menurut hasil penelitian terbukti sebagai antibiotik alamiah.

Sumber : dari berbagai sumber

SIRIH MERAH


SIRIH MERAH MEMBASMI PENYAKIT MEMBAWA BAHAGIA

Sirih merah (Piper crocatum) yang dulu hanya digunakan sebagai tanaman hias kini telah menambah koleksi tanaman obat tradisional Nusantara. Daunnya yang berwarna hijau dihiasi perak mengkilap, membuat tanaman sirih merah sangat tepat untuk dijadikan tanaman hias. Bentuk daun sirh merah seperti jantung hati, bertangkai dengan bagian atas meruncing, permukaannya mengkilap dan tidak merata. Rasa daunnya sangat pahit, beraroma wangi dan bila disobek akan berlendir.

Sirih merah tumbuh merambat dipagar atau pohon, bahkan akar yang berada pada batang juga mampu menempel pada tembok. Bentuk batangnya bulat beruas-ruas berwarna hijau keungu-unguan. Semakin besar tanaman sirih merah jarak ruas semakin panjang, tanaman ini tidak berbunga. Panjang tanaman sirh merah bisa mencapai puluhan meter.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkaloid, saponin, tannin dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of natural Product and Plant as Potential Antidiabetic,” senyawa aktif alkaloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurunkan kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tannin dan saponin dapat digunkan sebagai antimikroba (bakteri dan virus).

Tempat tumbuh

Tanaman sirih merah menyukai tempat tumbuh yang teduh, sejuk dengan penyinaran matahari 60-75 persen. Bila ditanam pada tempat yang panas batang dan daunnya akan cepat mengering dan mati, begitu pula bila terlalu banyak air akar akan busuk dan akhirnya tanaman mati. Ditempat yang terlalu teduh tanaman sirih merah tidak akan tumbuh dengan baik karena kekurangan cahaya matahari.

Pemupukan

Dengan pemupukan yang tepat, tanaman sirih merak dapat tumbuh subur dengan daun yang lebar dan tebal serta mengkilap. Bila daunnya dibalik akan tampak berawarna merah maron. Untuk digunakan sebagai jamu tradisional sebaiknya sirih merah cukup dipupuk dengan pupuk organik seperti pupuk dari kotoran sapi atau kambing. Bisa pula ditambah dengan pupuk organik cair (POC) yang diberikan 2 minggu sekali.

Manfaat Sirih Merah

Sirih merah bermanfaat sebagai antiseptik dan antimikroba, selain itu sirih merah juga dapat membantu mengobati kanker, asam urat, diabetes, darah tinggi, pegel linu, kelelahan dan hepatitis. Untuk dapat dijadikan bahan jamu pilihlah sirih merah yang berdaun tebal, mengkilap, lebar dan kaku dengan warna merah maron yang kuat pada bagian bawah daun. Khasiat sirih merah terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merahnya, sehingga semakin jelas warna merahnya semakin bagus untuk dijadikan bahan jamu. Untuk menjaga kesehatan dapat direbus 2 daun sirih merah dengan 2 gelas air, sisakan satu gelas dan minum satu hari sekali sebelum tidur, dijamin pagi hari bangun tidur badan akan terasa segar.

Cara perkembangbiakan sirih merah dapat dilakukan dengan cangkok, stek dan merundukkan. Dari ketiga cara tersebut stek paling banyak digunakan, karena cara ini selain praktis juga lebih cepat untuk mendapatkan anakan dalam jumlah banyak.

14.11.08

BAYAM DURI

BAYAM DURI

Suku: Amaranthaceae

Nama

a. Sinonim: -

b. Nama daerah

Sumatera: bayam kerui (Lampung). Jawa: senggang cucuk (Sunda), bayam eri,

b. raja, b. roda, b. cikron (Jawa). Madura: tarnyak duri, t. lakek. Bali: bayam kikihan, b. siap, kerug pasih. Sulawesi: kedawa mawau, karawa rap-rap, karawa in asu, karowa kawayo (Minahasa), sinau katinting (Makasar), podo maduri (Bugis). Maluku: maijanga, ma hohoru (Halmahera Utara), baya (Ternate), loda (Tidore).

c. Nama asing

Le xian cai (C), urai, orai (Tag), prickly amaranth, thorny amaranth (I)

Tag= Tagalog, C= Cina, I= Inggris

d. Nama simplisia

Amaranthi spinosi Radix (akar bayam duri), Amaranthi spinosi Herba (herba bayam duri)

Uraian Tumbuhan

Bayam duri biasanya liar di kebun-kebun yang ditinggalkan, tepi jalan dan tanah kosong yang terlantar dari dataran rendah sampai 1.400 m dpl.

Terna semusim tumbuh tegak, tinggi 30 – 100 cm. Batang berwarna hijau atau kemerahan, bagian pangkal polos, bagian atas sedikit berambut, kerapkali bercabang banyak, berduri. Daun tunggal, bertangkai panjang, letak berseling, bundar telur memanjang sampai lanset, ujung tumpul, pangkal runcing, tepi rata kadang beringgit, tulang daun di punggung menonjol, panjang 1,5 – 6 cm, lebar 1 – 3 cm, hijau. Pada ketiak daun terdapat sepasang duri keras yang mudah lepas. Bunga berkelamin tunggal, bunga betina berkumpul dalam tukal yang rapat berbentuk bola di ketiak dan bunga jantan berbentuk bulir yang dapat bercabang pada pangkalnya, keluar di ketiak daun atau ujung batang, warnanya hijau keputihan. Buah bulat panjang, hijau. Biji bulat, kecil, hitam. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Akar bayam duri rasanya manis, pahit, dan sejuk, masuk meridian jantung dan ginjal. Berkhasiat mereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh dahak (ekspektoran), penawar racun (antitoksik), menghilangkan bengkak (detumescent), dan pembersih darah.

Herba bayam duri berkhasiat sebagai pembersih darah, pelancar ASI (laktagoga) dan diuretik.

Kandungan Kimia

Bayam duri mengandung amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tannin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin (A, C, K dan piridoksin = B6)

Bagian yang Digunakan

Akar, herba.

Indikasi

Ø Akar berkhasiat mengatasi:

- Disentri, diare

- Sakit tenggorok, sakit gigi, demam

- Radang saluran napas (bronkitis)

- TBC kelenjar (skrofuloderma)

- Keputihan (leukorea), radang rahim

- Terlambat datang haid

- Kencing sedikit, kencing nanah

- Batu empedu

Ø Herba berkhasiat mengatasi:

- sakit dada

- bronkitis akut

- kurang darah (anemia), dan

- keluar ASI sedikit

Cara Pemakaian

Akar kering sebanyak 10 – 15 g atau 30 – 60 g akar segar direbus, minum. Herba segar sebanyak ½ - 1 genggam direbus, lalu diminum. Pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau rendam. Bisa juga herba segar digiling halus atau yang kering dibakar menjadi bubuk, untuk dibubuhkan ke bagian tubuh yang sakit. Pemakaian luar ini digunakan untuk pengobatan bisul yang keras, wasir (hemoroid), ekzema, gusi bengkak berdarah, melancarkan pengeluaran ASI (laktagoga), demam, kutil, luka terbakar dan digigit ular berbisa. Seluruh tumbuhan direbus, airnya selagi hangat digunakan untuk merendam kaki yang pegal linu, dan rematik.

Contoh Pemakaian

§ Disentri

Akar bayam duri segar sebanyak 30 g dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 15 g gula enau dan 2 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa ½ gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus sebelum makan. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

§ Radang saluran napas

Daun bayam duri segar sebanyak ½ genggam dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3 sendok makan air masak dan sedikit garam. Aduk sampai rata, lalu peras dan disaring. Minum sekaligus. Lakukan sehari 2 kali.

§ Sakit gigi

Akar dicuci bersih lalu dikunyah.

§ Terlambat haid

Akar bayam duri segar sebanyak 50 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak merah sampai terendam, lalu ditim sampai mendidih selama 15 menit. Diminum sekaligus selagi hangat.

§ Wasir

Daun dan batang bayam duri segar secukupnya dicuci bersih lalu direbus sampai mendidih. Setelah diangkat, uap yang keluar digunakan untuk menguapi wasirnya dan airnya selagi hangat dipakai untuk merendam wasirnya.

§ Melancarkan pengeluaran ASI

Sebatang bayam duri segar seutuhnya dicuci bersih lalu dipipis. Ramuan yang telah halus ini lalu dibalurkan pada payudara dan sekitarnya. Lakukan sehari 3 – 4 kali, sampai air susu mengalir lancar.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia